Makna Hari Perempuan Internasional
Tepat dua hari yang lalu dunia merayakan Hari Perempuan Internasional
secara serentak. Berbagai media massa dan orang-orang menyuarakan dan menyoroti
hal tersebut.
Rasa-rasanya semua khususnya perempuan telah telah bersuara,
pertanyaannya sekarang adalah sudah sejauh mana suara tersebut berdampak?, bukan
bermaksud apa-apa, namun ini perlu menjadi perhatian yang perlu disoroti juga
untuk saat ini.
Seringkali nama R.A Kartini digaungkan sebagai role model, siapa yang
tidak kenal?, rasa-rasanya semua telah mengenangnya saja dan masih banyak
tokoh-tokoh perempuan yang lainnya. Kedepan harus mulai ada R.A Kartini yang
selanjutnya supaya benar-benar terkenang. Bukan bermaksud apa-apa, namun sudah
sejauh mana anda berbuat sebagai perempuan ?
Mau sampai kapanpun perempuan akan selalu menyandang gelar ibu, maka
suka tidak suka perempuan akan lebih ekstra dalam menghadapi zaman kedepan
karena sejatinya masa depan atau nasib peradaban ada di tangan perempuan. Maka
dalam hal ini perempuan harus melakukan suatu hal, jangan hanya sampai sekadar
melakukan perayaan biasa. Maka perempuan harus mulai bergerak dan melakukan
sesuatu untuk bisa menentukan masa depan peradaban yang lebih baik sebagai
wujud untuk merayakan yang sebenarnya.
Peradaban Di tangan Perempuan
Generasi setiap bangsa ditentukan oleh perempuan, itulah sebabnya
peradaban ada di tangan perempuan. Apapun yang terjadi perempuan harus terus
belajar tentang banyak hal terutama tentang mendidik generasinya menjadi
berkarakter dan tentu memiliki nilai-nilai yang religius. Maka kontribusi
perempuan dalam bidang pendidikan dan sosial harus lebih dikuatkan lagi. Kalau
perempuan hari ini hanya berkontribusi saja secara narasi tanpa melakukan
gerakan yang berdampak, maka kedepan sudah bisa dipastikan peradaban akan
luntur dengan sendirinya.
Tantangan Perempuan Dalam Membangun Peradaban
Masalah gender tentu sampai kapanpun akan menjadi masalah yang utama,
dalam hal ini perempuan akan berjuang habis-habisan untuk mendapatkan akses
kesetaraan gender.
Kemudian ada pula tantangan stereotip gender yang juga akan menjadi
penghambat perempuan melakukan ruang gerak di ranah publik. Masalah ini tentu
akan menjadi tantangan yang luar biasa bagi perempuan. Karena stigma negatif
yang sudah terbangun, perempuan harus cantik, perempuan itu lemah, suka
menangis, manja dan masih banyak yang lainnya. Tentu ini akan menjadi tantangan
tersendiri kepada perempuan untuk bisa bertarung dan bertahan di ruang gerak
publik. Maka stigma negatif diatas tadi lagi-lagi belum tentu sesuai dengan
fakta diatas, karena sejatinya perempuan punya kesempatan yang sama dengan
laki-laki. Artinya hari ini perempuan harus benar-benar mampu dan membuktikan
bahwa mereka bisa mewujudkan peradaban yang gemilang.
Dari Perayaan Menuju Aksi Nyata
Mulai saat ini dengan momentum hari perempuan internasional yang sudah
dirayakan kemarin ini harus menjadi ajang untuk mendorong kesadaran bahwa
perempuan bisa melakukan gerakan perubahan dalam peradaban kedepan. Pendidikan
harus ditempuh oleh perempuan melalui banyak hal baik secara formal maupun non
formal, karena ini menjadi penting dalam mendidik generasi selanjutnya untuk
mewujudkan peradaban emas yang diharapkan.
Kesimpulan
Dari semua hal-hal diatas yang sudah dibahas, maka perempuan memiliki
peran yang sangat sentral dalam menentukan masa depan peradaban kedepan. Maka
semua elemen lapisan masyarakat harus ikut serta mendukung dan berkolaborasi
dalam pemberdayaan perempuan. Tanpa dukungan dari masyarakat hal ini tentu
tidak bisa terwujud dengan mudah. Namun, disisi lain apapun yang terjadi
perempuan harus terus berupaya dan memaksimalkan perannya dalam perkembangan
zaman yang terus berubah secara signifikan. Sekali lagi Hari Perempuan
Internasional harus menjadi momentum dan pengingat bahwa perempuan tidak boleh
berhenti pada sekadar perayaan biasa, tetapi harus terus memberikan kontribusi
dalam kehidupan nyata sehingga apa yang dicita-citakan serta diharapkan akan
mewujudkan peradaban yang gemilang.
Komentar
Posting Komentar